Program Studi Perikanan Tangkap – Dalam rangka meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan teknis mahasiswa di bidang taksonomi biota perairan, Program Studi Perikanan Tangkap melaksanakan praktikum mata kuliah Ikhtiologi dengan fokus pengamatan morfologi dan karakteristik kepiting bakau (Scylla spp.). 
Praktikum yang berlangsung interaktif ini diampu langsung oleh Ibu Putri Meira Shyiang Sri, S.Pi., M.Si., dosen pengampu mata kuliah Ikhtiologi. Ibu Putri menjelaskan bahwa meskipun mata kuliah ini bernama Ikhtiologi (ilmu tentang ikan), cakupan praktikumnya juga mencakup kelompok krustasea penting seperti kepiting bakau mengingat nilai ekonomis dan ekologisnya yang tinggi di perairan Indonesia, khususnya pada ekosistem mangrove.
Dalam praktikum yang berlangsung selama 3 jam ini, mahasiswa dibagi menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok mendapatkan sampel kepiting bakau segar yang berasal dari hasil tangkapan nelayan di sekitar ekosistem
mangrove.
Praktikum diawali dengan pemaparan singkat dari Ibu Putri mengenai kunci identifikasi kepiting bakau. Selanjutnya, mahasiswa melakukan pengamatan langsung. Setiap kelompok diminta untuk mengidentifikasi spesimen hingga tingkat spesies berdasarkan panduan identifikasi yang telah disediakan. Data hasil pengukuran kemudian dicatat dalam lembar kerja dan didiskusikan bersama di akhir sesi.
Antusiasme Mahasiswa
Suasana praktikum terlihat hidup dan penuh tanya jawab. Mahasiswa sangat antusias ketika melakukan pengukuran dan mencocokkan karakteristik yang diamati dengan literatur. Beberapa mahasiswa bahkan mengabadikan momen pengamatan melalui foto makro untuk bahan pembuatan laporan dan tugas akhir semester.
Ibu Putri juga menyisipkan materi tentang aspek konservasi, mengingat kepiting bakau merupakan komoditas ekspor unggulan yang mulai tertekan akibat overfishing di beberapa wilayah.
“Jangan hanya tahu morfologi untuk ujian, tetapi gunakan pengetahuan ini untuk mendukung perikanan tangkap yang berkelanjutan. Kenali mana kepiting yang layak tangkap (layak konsumsi) dan mana yang masih harus dilindungi ukuran minimumnya,” pesan Ibu Putri di akhir sesi.
Kegiatan praktikum ini diharapkan dapat menjadi bekal nyata bagi mahasiswa Perikanan Tangkap dalam mengidentifikasi komoditas perikanan penting, khususnya kepiting bakau. Pembekalan keterampian taksonomi seperti ini sejalan dengan visi prodi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang perikanan tangkap berbasis riset dan kearifan lokal.
Dengan adanya praktikum semacam ini, mahasiswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga langsung bersentuhan dengan objek nyata yang kelak akan mereka temui di lapangan.



Leave a Reply