Mahasiswa Perikanan Tangkap Laksanakan Praktik Lapang Terpadu: Identifikasi Mangrove di Perairan Sungai Sayolo, Sorong Selatan

Mengupas Kekayaan Hayati Mangrove Perairan Sungai Sayolo, Sorong Selatan

Sorong Selatan – Dalam rangka mengimplementasikan teori yang diperoleh di ruang kuliah, Program Studi Perikanan Tangkap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan baru-baru ini melaksanakan kegiatan Praktik Lapang Terpadu untuk mata kuliah Ekologi Laut. Lokasi yang dipilih adalah kawasan pesisir Perairan Sungai Sayolo, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa tentang struktur komunitas ekosistem mangrove serta peran ekologisnya sebagai nursery ground (tempat pembesaran) bagi berbagai biota perairan.

Eksplorasi dan Identifikasi Mangrove

Dipimpin oleh dosen pengampu mata kuliah Ekologi Laut, Ibu Putri Meira Shyiang Sri, S.Pi., M.Si, para mahasiswa terjun langsung ke ekosistem estuari Sungai Sayolo. Di kawasan ini, air tawar dari hulu bertemu dengan air laut pasang surut, menciptakan kondisi unik yang menjadi habitat ideal bagi berbagai spesies mangrove.

Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan survei jalur (line transect) dan pembuatan plot kuadrat. Fokus utama praktikum kali ini adalah identifikasi jenis-jenis mangrove berdasarkan karakteristik morfologi, seperti bentuk akar, tipe daun, bunga, hingga buah.

Manfaat Praktik bagi Calon Sarjana Perikanan Tangkap

Ibu Putri Meira Shyiang Sri, S.Pi., M.Si menegaskan bahwa kegiatan semacam ini adalah fondasi penting dalam membentuk lulusan yang adaptif terhadap kondisi lapangan.

“Mahasiswa Perikanan Tangkap tidak cukup hanya mengetahui spesies ikan target. Mereka harus paham ekosistem tempat ikan itu berlindung dan mencari makan, yaitu mangrove. Identifikasi mangrove di Sungai Sayolo ini melatih keterampilan taksonomi ekologi sekaligus kesadaran konservasi,” ujarnya.

Para mahasiswa mengaku mendapatkan pengalaman berharga, terutama dalam membedakan spesies mangrove yang sekilas tampak mirip. Mereka juga belajar menggunakan kunci identifikasi lapangan dan alat navigasi sederhana untuk plotting vegetasi.

Praktik Lapang Terpadu Ekologi Laut di Perairan Sungai Sayolo berjalan sukses dan aman. Hasil identifikasi mangrove ini akan didokumentasikan sebagai data baseline untuk penelitian lanjutan serta menjadi bahan ajar bagi angkatan berikutnya. Prodi Perikanan Tangkap berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman lapangan yang relevan dengan potensi sumber daya hayati laut di Papua Barat Daya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *