Sinergi Pendidikan dan Pemberdayaan: Bubu Selektif sebagai Solusi Perikanan Ramah Lingkungan di Kabupaten Sorong Selatan

Sorong Selatan – Kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan di Kabupaten Sorong Selatan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal teknologi penangkapan yang belum selektif dan pemahaman nelayan tentang prinsip-prinsip perikanan berkelanjutan.

Menanggapi permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Werisar melaksanakan program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas Kelompok Nelayan Sayolo. Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Bantuan Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) Tahun Anggaran 2026.

Latar Belakang Kegiatan

Selama ini, nelayan di Sayolo masih menggunakan bubu tradisional yang kurang selektif dalam menangkap kepiting bakau. Kondisi ini berpotensi mengancam keberlanjutan sumber daya kepiting, karena kepiting berukuran kecil dan kepiting yang sedang bertelur turut tertangkap. Di sisi lain, pengetahuan nelayan mengenai teknik penangkapan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan masih tergolong rendah.

“Kami melihat peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus menjaga kelestarian kepiting bakau. Oleh karena itu, kami hadir untuk memberikan pendampingan dan transfer teknologi,” ujar ketua tim pengabdian.

Tujuan Program

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Nelayan Sayolo dalam menggunakan bubu selektif dan menerapkan praktik penangkapan yang berkelanjutan. Dengan demikian, hasil tangkapan yang diperoleh tidak hanya lebih berkualitas, tetapi juga dapat menjaga populasi kepiting bakau di habitatnya.

Teknologi dan Inovasi: Bubu Selektif

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah alat tangkap bubu selektif untuk kepiting bakau. Berbeda dengan bubu konvensional, bubu selektif dirancang dengan ukuran celah atau mata jaring yang memungkinkan kepiting berukuran kecil dan kepiting berok lolos, sehingga hanya kepiting berukuran layak tangkap yang tertangkap.

Melalui program ini, para nelayan tidak hanya diberikan alat, tetapi juga mendapatkan pelatihan intensif mengenai cara pembuatan, pemasangan, dan pengoperasian bubu selektif.

Target dan Luaran Kegiatan

Untuk memastikan dampak program dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan, tim pengabdian menetapkan sejumlah target luaran, antara lain:

  1. Publikasi Artikel Jurnal Terakreditasi – Sebagai bentuk dokumentasi ilmiah dan kontribusi terhadap pengembangan ilmu perikanan tangkap.

  2. Video Youtube – Sebagai media edukasi visual yang dapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kalangan nelayan di daerah lain.

  3. Publikasi pada Media Online RRI – Untuk menjangkau publik secara lebih luas melalui kanal media massa terpercaya.

  4. Poster Edukasi – Sebagai media informasi praktis yang dapat dipasang di pangkalan nelayan atau tempat-tempat strategis lainnya.

  5. Peningkatan Kemampuan Nelayan – Target utama adalah menjadikan nelayan Sayolo mampu memilah kepiting berdasarkan kelas ukuran, sehingga hasil tangkapan dapat bernilai jual lebih tinggi dan sesuai dengan aturan keberlanjutan.

Apresiasi dan Harapan

Tim pelaksana menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas kepercayaan dan dukungan pendanaan yang diberikan melalui Program BIMA Tahun Anggaran 2026.

“Dengan adanya program ini, kami berharap Kelompok Nelayan Sayolo dapat menjadi percontohan bagi nelayan lainnya dalam menerapkan teknologi penangkapan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutup perwakilan tim pengabdian.

Semoga program ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan nelayan dan pelestarian sumber daya kepiting bakau di Kabupaten Sorong Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *