Stop Pakan Mahal! Tim PKM Dosen Perikanan Tangkap Sulap Bahan Melimpah di Moswaren Jadi Pakan Ikan Bernutrisi Tinggi

Inovasi pakan berbasis empat tepung lokal (kulit pisang, kepala udang, ikan sembilang, sagu) sebagai solusi berkelanjutan untuk ketahanan pakan ikan di wilayah pesisir Papua Barat Daya.

Dalam upaya meningkatkan produktivitas budidaya perikanan di wilayah pesisir Papua Barat Daya, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Perikanan Tangkap melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pakan mandiri bagi Kelompok Budidaya Mandiri di Distrik Moswaren. Kegiatan yang mengusung judul “Pelatihan Pembuatan Pakan Mandiri Berbasis Bahan Baku Lokal Untuk Peningkatan Produktivitas Kelompok Budidaya Mandiri di Distrik Moswaren Papua Barat Daya” ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Tim diketuai oleh Putri Meira Shyiang Sri, S.Pi., M.Si dengan anggota Uun Lestari, S.Pi., M.SiTawakkal, S.A.P., MPA, dan Nur Laely, S.Pd., M.Pd. Pelatihan ini difokuskan pada pemanfaatan empat bahan baku lokal yang melimpah dan tersedia secara berkelanjutan di sekitar lokasi mitra, yaitu tepung kulit pisang, tepung kepala udang, tepung ikan sembilang, dan tepung sagu.

Keempat bahan tersebut dipilih karena ketersediaannya yang terus ada dan berlimpah di Distrik Moswaren, sehingga dapat menjadi solusi jangka panjang terhadap ketergantungan kelompok pembudidaya pada pakan komersial yang harganya semakin mahal. Tim PKM memberikan pendampingan teknis mulai dari proses pengeringan, penghalusan, hingga pencampuran keempat tepung dengan komposisi yang tepat untuk menghasilkan pakan berprotein tinggi namun hemat biaya. Tepung kepala udang dan tepung ikan sembilang berperan sebagai sumber protein hewani, sementara tepung kulit pisang serta tepung sagu berfungsi sebagai sumber karbohidrat dan pengikat alami yang mudah dicerna oleh ikan budidaya.

Kegiatan yang berlangsung partisipatif ini mendapat sambutan antusias dari kelompok pembudidaya karena dinilai sangat aplikatif dan sesuai dengan potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan adanya pelatihan ini, kelompok mitra tidak hanya mampu memproduksi pakan mandiri yang berkualitas, tetapi juga mengurangi biaya operasional hingga 40% sekaligus meningkatkan produktivitas hasil budidaya. Tim PKM berharap kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Papua Barat Daya. Ke depan, Prodi Perikanan Tangkap akan terus memonitor dan mendampingi penerapan hasil pelatihan ini secara berkala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *